Setelah kepergian LaMelo Ball, Charlotte secara resmi memasuki era Miller。Media AS memprediksi *forward* ini akan mencatat performa gemilang dan berpotensi tampil perdana di ajang NBA All-Star.
Charlotte Hornets sudah empat tahun berturut-turut tanpa pemain yang terpilih masuk NBA All-Star。Pemain terakhir yang mewakili tim di All-Star adalah LaMelo Ball, yang kini bermain untuk Minnesota Timberwolves。Namun, seiring dengan masuknya tim ke fase baru, media AS percaya bahwa musim 2026-27 akan menyambut wajah bintang baru, dan orang itu kemungkinan besar adalah Brandon Miller.
*Charlotte Hornets on SI* menganalisis bahwa Miller memiliki tiga keuntungan besar yang memberinya kesempatan untuk terpilih masuk NBA All-Star untuk pertama kalinya di musim mendatang.
Alasan Pertama: Hornets Secara Resmi Memberinya Tongkat Estafet
Meskipun *rookie* Kon Knueppel sangat diantisipasi, tidak diragukan lagi bahwa Brandon Miller adalah inti sebenarnya dari Hornets saat ini.
Dengan kepergian LaMelo Ball dan Miles Bridges, tim akan memiliki banyak *usage* yang dilepaskan。Sebelumnya, kedua pemain rata-rata melakukan sekitar 30 tembakan gabungan per pertandingan。Sekarang, peluang ofensif ini pasti akan membutuhkan pemimpin baru untuk menanggungnya, dan Miller dianggap sebagai pilihan yang paling masuk akal.
Laporan tersebut menyatakan bahwa di momen-momen krusial (*clutch*), Hornets perlu percaya pada Miller untuk menyelesaikan tugas, dan ia telah membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan tersebut.
Miller telah mencetak rata-rata lebih dari 20 poin per pertandingan selama dua musim berturut-turut, dan musim lalu ia mencapai ini hanya dengan sekitar 16 tembakan per pertandingan。Jika ia bisa tetap sehat, ia berkesempatan untuk lebih meningkatkan produktivitas ofensifnya dan menjadi inti serangan utama Hornets yang sesungguhnya.
Alasan Kedua: Momen Puncak Kariernya Akan Tiba
Selain perubahan posisi dalam tim, Miller sendiri juga sedang memasuki fase penting dalam karier profesionalnya.
Banyak pemain biasanya memasuki masa kematangan di tahun keempat karier NBA mereka, karena tubuh mereka telah beradaptasi dengan beban musim yang panjang, dan mereka menjadi lebih akrab dengan ritme permainan dan gaya bermain mereka sendiri.
Laporan tersebut mengutip konsep "*Conscious Competence*" dalam psikologi, yang menyatakan bahwa Miller telah menyelesaikan fase pembelajaran dan koreksi, dan selanjutnya akan secara bertahap mengubah pengalaman bermainnya menjadi performa yang lebih alami.
Ungkapan "membiarkan permainan datang kepada diri sendiri" yang sering diucapkan oleh pemain top, adalah tahap berikutnya yang perlu dicapai oleh Miller。Di musim mendatang, ia akan memiliki kesempatan untuk berevolusi dari pemain muda yang berbakat menjadi pemain bintang yang mampu mendominasi permainan.
Alasan Ketiga: Tekanan Kontrak Maksimal Menjadi Motivasi Terbesar
Miller saat ini juga sedang menghadapi keputusan penting dalam kariernya—memperjuangkan perpanjangan kontrak jangka panjang.
Laporan tersebut berpendapat bahwa cara paling langsung untuk membuktikan diri layak mendapatkan kontrak *max* adalah dengan tampil di level yang lebih tinggi di bawah tekanan。Pemain All-Star tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga perlu bertanggung jawab ketika tim membutuhkannya, dan Miller di musim mendatang akan mendapatkan panggung terbaik untuk membuktikan dirinya.
Dengan peningkatan *usage*, peran yang meningkat, dan motivasi yang dibawa oleh negosiasi kontrak, tahun ini bisa menjadi tahun paling krusial dalam karier profesionalnya。Hornets sedang memasuki era pasca-LaMelo Ball, dan Brandon Miller berada di posisi untuk mengambil alih peran inti.
Jika ia dapat mempertahankan kemampuan mencetak angka yang konsisten seperti dua musim terakhir, meningkatkan efisiensi, dan memimpin Hornets bermain kompetitif, maka terpilihnya ia ke NBA All-Star untuk pertama kalinya di musim mendatang tidak lagi hanya sekadar ekspektasi, tetapi bisa menjadi kenyataan.
Musim 2026-27, momen milik Brandon Miller, mungkin secara resmi telah tiba.
https://www.yardbarker.com/nba/articles/three_reasons_why_brandon_miller_will_make_the_all_star_team_this_year/s1_16808_44105090
Charlotte Hornets sudah empat tahun berturut-turut tanpa pemain yang terpilih masuk NBA All-Star。Pemain terakhir yang mewakili tim di All-Star adalah LaMelo Ball, yang kini bermain untuk Minnesota Timberwolves。Namun, seiring dengan masuknya tim ke fase baru, media AS percaya bahwa musim 2026-27 akan menyambut wajah bintang baru, dan orang itu kemungkinan besar adalah Brandon Miller.
*Charlotte Hornets on SI* menganalisis bahwa Miller memiliki tiga keuntungan besar yang memberinya kesempatan untuk terpilih masuk NBA All-Star untuk pertama kalinya di musim mendatang.
Alasan Pertama: Hornets Secara Resmi Memberinya Tongkat Estafet
Meskipun *rookie* Kon Knueppel sangat diantisipasi, tidak diragukan lagi bahwa Brandon Miller adalah inti sebenarnya dari Hornets saat ini.
Dengan kepergian LaMelo Ball dan Miles Bridges, tim akan memiliki banyak *usage* yang dilepaskan。Sebelumnya, kedua pemain rata-rata melakukan sekitar 30 tembakan gabungan per pertandingan。Sekarang, peluang ofensif ini pasti akan membutuhkan pemimpin baru untuk menanggungnya, dan Miller dianggap sebagai pilihan yang paling masuk akal.
Laporan tersebut menyatakan bahwa di momen-momen krusial (*clutch*), Hornets perlu percaya pada Miller untuk menyelesaikan tugas, dan ia telah membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan tersebut.
Miller telah mencetak rata-rata lebih dari 20 poin per pertandingan selama dua musim berturut-turut, dan musim lalu ia mencapai ini hanya dengan sekitar 16 tembakan per pertandingan。Jika ia bisa tetap sehat, ia berkesempatan untuk lebih meningkatkan produktivitas ofensifnya dan menjadi inti serangan utama Hornets yang sesungguhnya.
Alasan Kedua: Momen Puncak Kariernya Akan Tiba
Selain perubahan posisi dalam tim, Miller sendiri juga sedang memasuki fase penting dalam karier profesionalnya.
Banyak pemain biasanya memasuki masa kematangan di tahun keempat karier NBA mereka, karena tubuh mereka telah beradaptasi dengan beban musim yang panjang, dan mereka menjadi lebih akrab dengan ritme permainan dan gaya bermain mereka sendiri.
Laporan tersebut mengutip konsep "*Conscious Competence*" dalam psikologi, yang menyatakan bahwa Miller telah menyelesaikan fase pembelajaran dan koreksi, dan selanjutnya akan secara bertahap mengubah pengalaman bermainnya menjadi performa yang lebih alami.
Ungkapan "membiarkan permainan datang kepada diri sendiri" yang sering diucapkan oleh pemain top, adalah tahap berikutnya yang perlu dicapai oleh Miller。Di musim mendatang, ia akan memiliki kesempatan untuk berevolusi dari pemain muda yang berbakat menjadi pemain bintang yang mampu mendominasi permainan.
Alasan Ketiga: Tekanan Kontrak Maksimal Menjadi Motivasi Terbesar
Miller saat ini juga sedang menghadapi keputusan penting dalam kariernya—memperjuangkan perpanjangan kontrak jangka panjang.
Laporan tersebut berpendapat bahwa cara paling langsung untuk membuktikan diri layak mendapatkan kontrak *max* adalah dengan tampil di level yang lebih tinggi di bawah tekanan。Pemain All-Star tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga perlu bertanggung jawab ketika tim membutuhkannya, dan Miller di musim mendatang akan mendapatkan panggung terbaik untuk membuktikan dirinya.
Dengan peningkatan *usage*, peran yang meningkat, dan motivasi yang dibawa oleh negosiasi kontrak, tahun ini bisa menjadi tahun paling krusial dalam karier profesionalnya。Hornets sedang memasuki era pasca-LaMelo Ball, dan Brandon Miller berada di posisi untuk mengambil alih peran inti.
Jika ia dapat mempertahankan kemampuan mencetak angka yang konsisten seperti dua musim terakhir, meningkatkan efisiensi, dan memimpin Hornets bermain kompetitif, maka terpilihnya ia ke NBA All-Star untuk pertama kalinya di musim mendatang tidak lagi hanya sekadar ekspektasi, tetapi bisa menjadi kenyataan.
Musim 2026-27, momen milik Brandon Miller, mungkin secara resmi telah tiba.
https://www.yardbarker.com/nba/articles/three_reasons_why_brandon_miller_will_make_the_all_star_team_this_year/s1_16808_44105090