Setelah kepergian LeBron James, Lakers secara resmi memasuki era Doncic。Media AS berpendapat bahwa prioritas utama tim bukanlah *rebuilding*, melainkan membangun tim juara sepenuhnya.
Dengan kepindahan LeBron James ke Philadelphia 76ers musim panas ini, Los Angeles Lakers secara resmi mengucapkan selamat tinggal pada "Era LeBron" beberapa tahun terakhir。Media AS percaya bahwa ini bukan berarti Lakers akan memasuki fase *rebuilding*, melainkan menyambut peluang pengembangan terpenting dalam beberapa tahun terakhir, karena tim sudah memiliki *superstar* yang mumpuni untuk mengambil alih—Luka Doncic.
Dalam beberapa tahun terakhir, Lakers selalu membangun tim juara di sekitar LeBron。Meskipun berhasil memenangkan Kejuaraan NBA pada tahun 2020, tim secara bertahap kehilangan daya saing karena penuaan pemain inti dan seringnya pergantian pemain peran。Beberapa musim bahkan digambarkan sebagai "lebih banyak *hype* daripada hasil".
Kini LeBron telah pergi, dan Doncic yang berusia 27 tahun menjadi tokoh sentral di era baru Lakers。Media AS menunjukkan bahwa Doncic telah meraih dua gelar *scoring champion* NBA dan telah berulang kali membuktikan kemampuannya untuk memimpin tim bersaing di *playoff* Wilayah Barat。Lakers tidak perlu lagi mencari *face of the franchise* berikutnya, karena jawabannya sudah ada dalam tim.
Lakers Mulai Membangun "Formasi Khusus Doncic"
Dilaporkan bahwa arah penguatan Lakers di *offseason* tahun ini sangat jelas, yaitu membangun tim di sekitar Doncic.
Walker Kessler yang baru bergabung mengisi kekurangan *rim protection* dan ancaman *lob* di *paint area* yang telah lama diderita tim。Austin Reaves terus berperan sebagai *ball-handler* kedua, mampu memanfaatkan peluang serangan ketika lawan melakukan *double-team* terhadap Doncic.
Selain itu, kedatangan Matisse Thybulle dan Quentin Grimes membantu meningkatkan pertahanan perimeter; Collin Sexton meningkatkan daya serang *backcourt*, sementara veteran seperti Kevon Looney dapat melakukan tugas-tugas *blue-collar* seperti *screen*, *boxing out*, dan *rebounding*, melengkapi detail-detail penting yang tak terpisahkan dari tim juara.
Media AS percaya bahwa penguatan ini membuat Lakers lebih muda, lebih dalam, dan lebih cocok dengan gaya bermain Doncic.
Jonathan Kuminga Masih Menjadi Target Penguatan
Selain susunan pemain yang ada, Lakers dikabarkan masih tertarik untuk mengejar *forward* Jonathan Kuminga yang berusia 23 tahun, harapan dapat lebih meningkatkan kemampuan atletik tim dan ancaman *fast break*.
Dilaporkan bahwa meskipun Kuminga masih memiliki banyak hal yang perlu diasah, usia dan bakatnya sesuai dengan rencana jangka panjang Lakers, dan ia juga dapat tumbuh bersama Doncic.
Media AS percaya bahwa arah penguatan Lakers di masa depan harus fokus pada tiga jenis pemain:
* Pemain bertahan tangguh yang dapat berdiri tegak ketika Doncic menjadi sasaran pertahanan.
* Penembak jarak jauh yang stabil untuk mencegah lawan terlalu banyak menumpuk di *paint area*.
* Pemain atletis yang pandai menyelesaikan serangan, mengubah operan Doncic menjadi poin yang mudah.
Lagipula, Doncic memiliki kemampuan untuk membangun sistem serangan kelas atas, dan yang perlu dilakukan tim adalah melengkapinya dengan keseimbangan ofensif dan defensif.
Bukan *Rebuilding*, Melainkan Target Juara Langsung
Media AS menekankan bahwa Lakers tidak bisa menganggap saat ini sebagai periode *rebuilding*, dan tidak perlu menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengamati apakah Doncic layak menjadi *face of the franchise*.
Faktanya, Doncic tidak hanya telah menunjukkan banyak penampilan terbaiknya dengan seragam Lakers, tetapi juga telah memperpanjang kontraknya, memberikan tim jendela kesempatan berharga untuk meraih gelar juara.
Tentu saja, Lakers juga tidak boleh mengulangi kesalahan masa lalu, yaitu mengorbankan semua *draft pick* masa depan demi mengejar pemain bintang。Laporan tersebut menyebutkan bahwa operasi serupa di masa lalu sering kali diawali dengan "konferensi pers besar", tetapi akhirnya berakhir dengan penurunan performa veteran。Oleh karena itu, tim masih perlu menjaga rasionalitas dalam penguatan.
Doncic Berpeluang Meneruskan Legenda Lakers
Saat ini, Doncic berada di puncak kariernya, Austin Reaves baru berusia 28 tahun, Walker Kessler juga memiliki potensi untuk menjadi *center* inti jangka panjang。Ditambah dengan daya tarik pasar Lakers yang selalu mampu menarik *free agent* top, tim sudah memiliki fondasi untuk membangun dinasti baru.
Melihat kembali sejarah Lakers, George Mikan, Jerry West, Kareem Abdul-Jabbar, Magic Johnson, Shaquille O'Neal, Kobe Bryant, dan LeBron James, semuanya pernah memimpin tim menuju puncak tertinggi NBA.
Kini, media AS percaya bahwa Doncic memiliki kemampuan penuh untuk menjadi legenda Lakers berikutnya yang meneruskan kejayaan ini。Dan tugas terbesar Lakers adalah membangun tim yang benar-benar mampu bersaing untuk meraih gelar juara, mengembalikan tim ke puncak liga, dan tidak hanya puas dengan mencapai *playoff*.
https://www.yardbarker.com/nba/articles/luka_doncic_gives_lakers_a_golden_opportunity_to_restore_their_glory/s1_13132_44104696
Dengan kepindahan LeBron James ke Philadelphia 76ers musim panas ini, Los Angeles Lakers secara resmi mengucapkan selamat tinggal pada "Era LeBron" beberapa tahun terakhir。Media AS percaya bahwa ini bukan berarti Lakers akan memasuki fase *rebuilding*, melainkan menyambut peluang pengembangan terpenting dalam beberapa tahun terakhir, karena tim sudah memiliki *superstar* yang mumpuni untuk mengambil alih—Luka Doncic.
Dalam beberapa tahun terakhir, Lakers selalu membangun tim juara di sekitar LeBron。Meskipun berhasil memenangkan Kejuaraan NBA pada tahun 2020, tim secara bertahap kehilangan daya saing karena penuaan pemain inti dan seringnya pergantian pemain peran。Beberapa musim bahkan digambarkan sebagai "lebih banyak *hype* daripada hasil".
Kini LeBron telah pergi, dan Doncic yang berusia 27 tahun menjadi tokoh sentral di era baru Lakers。Media AS menunjukkan bahwa Doncic telah meraih dua gelar *scoring champion* NBA dan telah berulang kali membuktikan kemampuannya untuk memimpin tim bersaing di *playoff* Wilayah Barat。Lakers tidak perlu lagi mencari *face of the franchise* berikutnya, karena jawabannya sudah ada dalam tim.
Lakers Mulai Membangun "Formasi Khusus Doncic"
Dilaporkan bahwa arah penguatan Lakers di *offseason* tahun ini sangat jelas, yaitu membangun tim di sekitar Doncic.
Walker Kessler yang baru bergabung mengisi kekurangan *rim protection* dan ancaman *lob* di *paint area* yang telah lama diderita tim。Austin Reaves terus berperan sebagai *ball-handler* kedua, mampu memanfaatkan peluang serangan ketika lawan melakukan *double-team* terhadap Doncic.
Selain itu, kedatangan Matisse Thybulle dan Quentin Grimes membantu meningkatkan pertahanan perimeter; Collin Sexton meningkatkan daya serang *backcourt*, sementara veteran seperti Kevon Looney dapat melakukan tugas-tugas *blue-collar* seperti *screen*, *boxing out*, dan *rebounding*, melengkapi detail-detail penting yang tak terpisahkan dari tim juara.
Media AS percaya bahwa penguatan ini membuat Lakers lebih muda, lebih dalam, dan lebih cocok dengan gaya bermain Doncic.
Jonathan Kuminga Masih Menjadi Target Penguatan
Selain susunan pemain yang ada, Lakers dikabarkan masih tertarik untuk mengejar *forward* Jonathan Kuminga yang berusia 23 tahun, harapan dapat lebih meningkatkan kemampuan atletik tim dan ancaman *fast break*.
Dilaporkan bahwa meskipun Kuminga masih memiliki banyak hal yang perlu diasah, usia dan bakatnya sesuai dengan rencana jangka panjang Lakers, dan ia juga dapat tumbuh bersama Doncic.
Media AS percaya bahwa arah penguatan Lakers di masa depan harus fokus pada tiga jenis pemain:
* Pemain bertahan tangguh yang dapat berdiri tegak ketika Doncic menjadi sasaran pertahanan.
* Penembak jarak jauh yang stabil untuk mencegah lawan terlalu banyak menumpuk di *paint area*.
* Pemain atletis yang pandai menyelesaikan serangan, mengubah operan Doncic menjadi poin yang mudah.
Lagipula, Doncic memiliki kemampuan untuk membangun sistem serangan kelas atas, dan yang perlu dilakukan tim adalah melengkapinya dengan keseimbangan ofensif dan defensif.
Bukan *Rebuilding*, Melainkan Target Juara Langsung
Media AS menekankan bahwa Lakers tidak bisa menganggap saat ini sebagai periode *rebuilding*, dan tidak perlu menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengamati apakah Doncic layak menjadi *face of the franchise*.
Faktanya, Doncic tidak hanya telah menunjukkan banyak penampilan terbaiknya dengan seragam Lakers, tetapi juga telah memperpanjang kontraknya, memberikan tim jendela kesempatan berharga untuk meraih gelar juara.
Tentu saja, Lakers juga tidak boleh mengulangi kesalahan masa lalu, yaitu mengorbankan semua *draft pick* masa depan demi mengejar pemain bintang。Laporan tersebut menyebutkan bahwa operasi serupa di masa lalu sering kali diawali dengan "konferensi pers besar", tetapi akhirnya berakhir dengan penurunan performa veteran。Oleh karena itu, tim masih perlu menjaga rasionalitas dalam penguatan.
Doncic Berpeluang Meneruskan Legenda Lakers
Saat ini, Doncic berada di puncak kariernya, Austin Reaves baru berusia 28 tahun, Walker Kessler juga memiliki potensi untuk menjadi *center* inti jangka panjang。Ditambah dengan daya tarik pasar Lakers yang selalu mampu menarik *free agent* top, tim sudah memiliki fondasi untuk membangun dinasti baru.
Melihat kembali sejarah Lakers, George Mikan, Jerry West, Kareem Abdul-Jabbar, Magic Johnson, Shaquille O'Neal, Kobe Bryant, dan LeBron James, semuanya pernah memimpin tim menuju puncak tertinggi NBA.
Kini, media AS percaya bahwa Doncic memiliki kemampuan penuh untuk menjadi legenda Lakers berikutnya yang meneruskan kejayaan ini。Dan tugas terbesar Lakers adalah membangun tim yang benar-benar mampu bersaing untuk meraih gelar juara, mengembalikan tim ke puncak liga, dan tidak hanya puas dengan mencapai *playoff*.
https://www.yardbarker.com/nba/articles/luka_doncic_gives_lakers_a_golden_opportunity_to_restore_their_glory/s1_13132_44104696